Menu

Sunday, 14 February 2021

Mengenal CESG Lebih Dekat, Investasi yang Lebih Bertanggung Jawab



CESG atau Corporate Environmental Social Governance merupakan suatu penyebutan yang merujuk pada pengukuran – pengukuran yang dilakukan oleh investor terhadap tiga faktor pokok sebelum memutuskan untuk melanjutkan investasi pada suatu bisnis atau perusahaan tertentu. CESG juga dikenal dengan beberapa nama lain diantaranya Environmental, Social, and Corporate Governance (ESCG); Responsible Business Conduct (RBC); Co-Shared Value (CSV). CESG ini menjadi sangat populer ketika semakin banyak masalah – masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan yang muncul setelah perusahaan – perusahaan menyebar ke wilayah – wilayah yang sebelumnya belum tersentuh industrialisasi. Tiga faktor pokok yang harus diukur sebagai bahan pertimbangan dalam memilih investasi adalah Lingkungan, Sosial, dan Governasi atau Tata Kelola. 
sumber : krjogja.com


Faktor lingkungan berarti investor mempertimbangkan bagaimana perusahaan bisa berjalan dengan cara ramah lingkungan. Ramah lingkungan berarti keberadaan perusahaan tidak membahayakan lingkungan yang ada di sekitarnya. Ramah lingkungan dapat dilaksanakan dengan beberapa cara diantaranya adalah 1) Menggunakan energi ramah lingkungan; 2) Mengelola limbah agar tidak menjadi polutan; 3) Berpartisipasi dalam konservasi Sumber Daya Alam terbatas; 4) Memperlakukan binatang sebagai modal perusahaan secara wajar, tidak sewenang – wenang.; 5) Menerapkan sistem manajemen resiko yang efektif dalam pengelolaan resiko lingkungan. 

Penggunaan energi ramah lingkungan sedang sangat digalakkan di berbagai belahan saat ini. Kesadaran masyarakat terhadap perubahan lingkungan yang sangat cepat mendorong lahirnya berbagai teknologi yang ramah lingkungan, sekaligus juga mengawali lahirnya penggunaan energi yang ramah lingkungan. Meskipun kata ramah lingkungan ini mencakup pengertian yang sangat luas, tetapi yang dipahami oleh khalayak umum dalam memahami energi ramah lingkungan berarti menggunakan energi yang dapat diperbaharui serta tidak merusak lingkungan. Beberapa contoh yang dikenal adalah penggunaan tenaga listrik, yang mana tenaga listrik ini bisa dihasilkan melalui energi – energi alam seperti air, angin, maupun panas matahari. Akan tetapi, di Indonesia sendiri tenaga listrik masih banyak dihasilkan melalui pembakaran batu bara. Sehingga meskipun menggunakan listrik, tetapi masih belum ramah lingkungan. Salah satu hal yang bisa dilaksanakan oleh perusahaan untuk ikut serta mendukung energi ramah lingkungan adalah dengan mengkampanyekan menggunakan sepeda angin dan transppostasi umum alih alih menggunakan sepeda motor ataupun alat transpostasi pribadi. 

Faktor sosial berarti investor mempertimbangkan bagaimana perusahaan mengelola hubungan kerja dengan para karyawan, pemasok, pelanggan, dan komunitas di mana mereka beroperasi. Beberapa hal – hal sosial yang masuk dalam pertimbangan adalah sebagai berikut : 1. Pemilihan pemasok yang juga memiliki kebijakan dan praktik CESG; 2. Keterlibatan organisasi dalam pembangunan komunitas baik dalam bentuk persentase laba dan/atau kerja sukarela para karyawan bagi komunitas; 3. Pemastian lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawan; 4. Pemastian untuk mempertimbangan masukan dan harapan pemangku kepentingan terhadap organisasi 
sumber : deepapsikologi.com

Faktor sosial ini memang mengutamakan pada kehidupan karyawan sebagai ujung tombak perusahaan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mensejahterakan karyawannya. Mensejahterakan disini bukan hanya tentang memberikan gaji yang sesuai tunjangan dan fasilitas yang sesuai ketentuan, tetapi juga menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawan. Lingkungan kerja yang sehat adalah lingkungan kerja yang aman bagi fisik dan psikis karyawan. Menyediakan lingkungan kerja yang bersih dan memiliki fasilitas kebersihan yang memadahi. Serta yang paling penting adalah lingkungan kerja yang sehat untuk psikis karyawan. Pemberian beban kerja dan manajemen konflik harus dipertimbangkan sejak awal sebelum investasi. Beban kerja yang melebihi kapasitas sangat riskan untuk meningkatkan stress karyawan. Oleh karena itu pemberian beban kerja harus sesuai dengan ketentuan. Sedangkan manajemen konflik menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga lingkungan kerja agar tetap kondusif. Konflik pribadi antarkaryawan dapat mempengaruhi produktivitas dalam kerja. Perusahaan harus mampu menjadi penengah dan menekankan sikap tegas terhadap karyawan yang membawa masalah pribadi ke liingkungan kerja. 

Faktor Tata Kelola atau Governasi adalah investor mempertimbangkan bagaimana perusahaan membangun kepemimpinan yang mampu menjalankan prinsip tatakelola yang baik dan terlihat dalam struktur direksi dan dewan komisaris, sistem remunerasi direksi dan manajemen senior, sistem audit, pengendalian internal, dan perlindungan hak pemegang saham baik mayoritas maupun minoritas. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata kelola adalah sebagai berikut: 1. Penggunaan metode akuntansi yang sesuai dengan standar yang diharuskan; 2. Pemastian bahwa semua pemegang saham diberikan kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan suara untuk keputusan mengenai isu yang penting bagi organisasi; 3. Pemastian tidak adanya ‘konflik kepentingan’ dalam pemilihan anggota direksi dan dewan komisaris; 4. Pemastian tidak adanya kontribusi politik untuk memperoleh perlakuan istimewa dari penerima kontribusi; 5. Pemastian tidak terlibat dalam kegiatan ilegal. 
Sumber: bulog.co.id

Faktor Governasi memang erat kaitannya dengan administrasi perusahaan. Administrasi di sini juga termasuk dalam hal akuntansi perusahaan hingga struktur dalam perusahaan itu sendiri. Penting itu dipastikan bahwa pembukuan dan laporan keuangan perusahaan tidak dalam kondisi bermasalah. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa struktur dalam perusahaan, dalam hal ini anggota direksi dan dewan komisaris, tidak sedang terlibat konflik. Karena konflik dalam struktural perusahaan akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam skala yang besar. Memastikan bahwa perusahaan tidak terlibat alam kegiatan ilegal juga sangat penting. Dalam hal ini, investor harus memastikan bahwa perusahaan bisa dikatakan bersih dan semua kegiatan sudah memiliki ijin resmi. Hal ini sangat penting baik secara jangka panjang dan jangka pendek serta berpengaruh terhadap nama baik investor. 

Demikianlah sedikit ulasan tentang CESG. Kenalilah baik – baik sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Gagal atau berhasil dalam sebuah investasi ditentukan dari pengambilan keputusan serta kondisi perusahaan sejak awal.


No comments:

Post a Comment