Menu

Rabu, 03 Juni 2026

Tanah ini Milik Siapa?

 

Generate by AI.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kepemilikan tanah sering dipahami sebagai sesuatu yang jelas dan tidak memerlukan penjelasan. Nama pemilik tercantum dalam sertifikat, batas-batas bidang tanah ditetapkan melalui pengukuran, dan negara memberikan pengakuan hukum atas hak tersebut. Di sisi lain, pemilik tanah juga memiliki kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai konsekuensi dari kepemilikannya.

Punya Lahan tapi Beli Beras : Fenomena Masyarakat Industri yang Jarang disadari

Generate by AI. Ilustrasi masyarakat agraris dan industri yang bergantung pada pasar.

Dulu, banyak keluarga mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya secara mandiri. Hari ini, hampir semua kebutuhan harus dibeli. Tanpa disadari, masyarakat kita telah mengalami pergeseran besar dari masyarakat mandiri menuju masyarakat industri.

Ketika Kertas Buram Tetap Bersih, Apa yang Sebenarnya Sedang Dipelajari Siswa?

Generate by AI. Kertas buram dan kemampuan berpikir siswa

Ada satu pemandangan yang semakin sering saya temui ketika melihat siswa mengerjakan soal matematika dan IPA. Mereka mampu menyelesaikan soal-soal hitungan yang cukup rumit, bahkan memperoleh jawaban yang benar. Namun ketika diperhatikan lebih jauh, kertas buram yang disediakan tetap bersih. Tidak ada coretan. Tidak ada langkah pengerjaan. Tidak ada jejak pemikiran yang menunjukkan bagaimana jawaban tersebut diperoleh.

Mengapa Kejahatan Tidak Pernah Bisa Diselesaikan dengan Hukum Saja?

Generate by AI.

    Setiap kali terjadi kejahatan yang meresahkan masyarakat, kita hampir selalu menemukan pola respons yang sama. Masyarakat menuntut pelaku ditangkap, aparat diminta bertindak lebih tegas, dan hukuman yang lebih berat dianggap sebagai solusi utama. Cara berpikir semacam ini tampak logis karena kejahatan memang merupakan pelanggaran hukum. Namun jika kita melihat berbagai kasus yang terus berulang di berbagai daerah selama puluhan tahun, muncul sebuah pertanyaan yang jarang diajukan. Jika hukum benar-benar menjadi solusi utama, mengapa sejumlah bentuk kejahatan tetap bertahan meskipun negara terus memperkuat aparat, memperketat pengawasan, dan memperberat ancaman hukuman?

Selasa, 10 Maret 2026

Ronda, Kerja Bakti, dan Perubahan Waktu Sosial: Refleksi atas Tradisi dalam Masyarakat yang Berubah

 

Ilustrasi Perubahan Waktu Sosial/Dibuat dengan AI

Di banyak kampung di Indonesia, ronda malam dan kerja bakti sering dipandang sebagai simbol kebersamaan. Tradisi ini dipuji sebagai bukti bahwa masyarakat masih memegang nilai gotong royong. Dalam berbagai narasi budaya dan politik, gotong royong bahkan sering dianggap sebagai ciri khas masyarakat Indonesia. Namun ketika praktik tersebut dilihat lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari, muncul pertanyaan yang lebih kompleks: apakah tradisi ini masih lahir dari kesadaran kolektif masyarakat, atau justru sedang dipertahankan oleh tekanan sosial yang tidak lagi sepenuhnya selaras dengan perubahan struktur kehidupan?

Minggu, 08 Maret 2026

Bank Soal Olimpiade IPS Kelas 7: Potensi Ekonomi Lingkungan (Berbasis Literasi)

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma dalam sistem evaluasi pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Evaluasi tidak lagi sekadar menguji daya ingat terhadap fakta-fakta statis, melainkan harus mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) serta literasi membaca dan numerasi siswa. Materi Tema 3 Kelas 7 mengenai "Potensi Ekonomi Lingkungan" memberikan ruang lingkup yang luas untuk mengeksplorasi keterkaitan antara aktivitas manusia dengan daya dukung ekologi.

Minggu, 22 Februari 2026

Menyusuri JLS Lumajang ke TPI Paseban: Perjalanan Reflektif di Pesisir Selatan

 Kemarin adalah hari terakhir libur puasa sebelum hari Senin tiba dan aktivitas kembali normal. Di sisa waktu libur ini, aku memilih pulang sejenak ke Lumajang. Salah satu agendanya adalah menjajal hasil servis total mobil tua kesayangan. Syukurlah, perbaikan selesai di hari Sabtu, sehingga pada hari Minggu aku bisa membawa "si tua" menyusuri eksotisme Jalur Lintas Selatan (JLS) Lumajang.

Aku jarang sekali melintasi jalur pesisir ini. Ingatanku tentangnya hanya sebatas memori samar mengenai gumuk pasir dan rawa-rawa teratai yang menyendiri di ujung selatan. Jalur ini memang tidak searah dengan jalan pulang ke rumah. Ia merentang sunyi, menyajikan pemandangan gelombang Laut Selatan dengan hamparan pasir hitamnya yang khas.

Senin, 09 Februari 2026

Membaca Candi: Menemukan Repertoar Gunung Suci di Tengah Dunia yang Kian Datar

Setiap kali saya berdiri di kaki sebuah candi—entah itu Candi Singosari yang kokoh di dekat rumah atau Candi Jago yang eksotis—hal pertama yang saya lakukan bukan mengeluarkan ponsel untuk memotret. Saya memilih untuk menengadah. Melihat bagaimana susunan batu itu mengerucut ke atas, menantang langit, seolah-olah sedang berusaha membisikkan sesuatu yang rahasia kepada awan.

Dalam pelajaran sejarah, kita sering disuruh menghafal bagian-bagian candi: Bhurloka (kaki), Bhuvarloka (tubuh), dan Svarloka (atap). Tapi, bagi saya sebagai seorang pendidik dan pejalan sunyi, candi bukan sekadar tumpukan batu andesit yang dibagi-bagi secara teknis. Candi adalah manifesto spiritual nenek moyang kita tentang sebuah "Gunung Suci" atau Mahameru.