Menu

Sunday, 31 March 2019

Pembelajaran Inovatif

Inovatif berasal dari bahasa Inggris yaitu innovation yang berarti penemuan. Secara harfiah, inovasi adalah suatu ide, upaya, atau produk yang dihasilkan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan masalah tertentu. Inovasi diciptakan untuk membuat terobosan yang hasilnya dapat digunakan untik menyelesaikan masalah secara lebih efektif. Dikutip dari laman pendidikanekonomi.com tentang pembelajaran inovatif, yaitu suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda drngan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru konvensional. Pembelajaran inovatif lebih menekankan pada proses pembelajaran agar bisa mngkondisikan situasi kelas yang mendukung siswa untuk belajar.

Proses pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang mensintesakan antara teoritik dan praksis. Teori pendidikan adalah pengetahuan tentang makna dan bagaimana seyogyanya pendidikan itu dilaksanakan, sedangkan praktik adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara nyata. Praksis pendidikan adalah bidang kehidupan dan kegiatan praktis pendidikan. Pendidik yang berkecimpung didunia pendidikan harus menguasai keduanya. Teori mengandalkan praktek, dan praktek berlandaskan teori. Mensintesakan antara teoritik dan praktek dalam proses pembelajaran inovatif artinya seorang pendidik dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajarannya harus berlandaskan teori. Seorang pendidik harus memahami sepenuhnya alasan logis dibalik semua tindakannya di dalam kelas. Disinilah penguasaan pendidik terhadap materi diuji. Pun demikian, teori teori yang dikuasai oleh pendidik baru dapat dinilai ketika di dalam kelas. Penguasaan pendidik terhadap teori dan praktek diharapkan seimbang.

Dalam mensintesakan antara teoritik dan praksis, seorang pendidik harus mempunyai mengevalusi kekurangan dari metode belajar sehingga ketika melaksanakan proses pembelajaran, penfiik telah menghasilkan suatu transformasi metode pembelajaran yang lebih sempurna. Srlain itu, sintesa antara teoritik dan praksis juga terdapat dalam materi pembelajaran. Materi yang diajarkan seyogyanya mengacu pada pembangunan karakter peserta didik agar dapat menjadi manusia seutuhnya yang mampu membangun diri dan masyarakat.

Pembelajaran inovatif tidak bisa terlepas dari kreativitas guru dalam menciptakan soal - soal latihan untuk peserta didik. Selama ini soal - soal dalam pembelajaran sejarah cenderung mengarah pada soal Lots (Low Order Thinking Skill) seperti :
 Apa alasan utama meletusnya perang 10 November 1945?
Siapakan Jenderal yang hugur dalam peristiwa penyerangan di Jembatan Merah ?
Dimanakah lokasi terjadinya peristiwa perobekan bendera merah putih biru?

Seorang guru dalam pembelajaran juga harus mampu menciptakan soal - soal dengan standar Hots (High Thinking Order Skill) seperti :
1. Buatlah tabel analisis yang berisi tentang perkembangan budaya Indonesia dari masa klasik HinduBuddha ke Masa Islam !
2. Menurut pendapatmu, dari beberapa teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia, manakah yang paling besar prosentase kebenarannya? Jelaskan alasanmu dalam 25 kata !
3. Perjalanan sejarah Indonesia dari masa ke masa selalu diwarnai oleh perpecahan, persatuan, perebutan kekuasaan, dan bersatu lagi. Buatlah indikator indikator perpecahan dan persatuan (masing-masing 3 indikator), kemudian ramalkan masa depan indonesia berdasarkan indikator yang telah anda buat!

Seorang guru harus percaya pada kemampuan peserta didiknya. Dengan rutin memberikan soal - soal Hots sama dengan secara rutin mengasah kemampuan analisis materi pada peserta didik. Jika seorang guru percaya bahwa peserta didiknya mampu mengerjakan soal sulit, maka peserta didiknya akan mampu mengerjakan soal sesulit apapun selama materi yang disampaian relevan dengan pertanyaan.


No comments:

Post a Comment