Inovatif berasal dari bahasa Inggris
yaitu innovation yang berarti
penemuan. Secara harfiah, inovasi adalah suatu ide, upaya, atau produk yang
dihasilkan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan masalah
tertentu. Inovasi diciptakan untuk membuat terobosan yang hasilnya dapat
digunakan untik menyelesaikan masalah secara lebih efektif. Dikutip dari laman pendidikanekonomi.com
tentang pembelajaran inovatif, yaitu suatu proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa sehingga berbeda drngan pembelajaran pada umumnya yang
dilakukan oleh guru konvensional. Pembelajaran inovatif lebih menekankan pada
proses pembelajaran agar bisa mngkondisikan situasi kelas yang mendukung siswa
untuk belajar.
Proses pembelajaran inovatif adalah
proses pembelajaran yang mensintesakan antara teoritik dan praksis. Teori
pendidikan adalah pengetahuan tentang makna dan bagaimana seyogyanya pendidikan
itu dilaksanakan, sedangkan praktik adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara
nyata. Praksis pendidikan adalah bidang kehidupan dan kegiatan praktis
pendidikan. Pendidik yang berkecimpung didunia pendidikan harus menguasai
keduanya. Teori mengandalkan praktek, dan praktek berlandaskan teori. Mensintesakan
antara teoritik dan praktek dalam proses pembelajaran inovatif artinya seorang
pendidik dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajarannya harus
berlandaskan teori. Seorang pendidik harus memahami sepenuhnya alasan logis
dibalik semua tindakannya di dalam kelas. Disinilah penguasaan pendidik
terhadap materi diuji. Pun demikian, teori teori yang dikuasai oleh pendidik
baru dapat dinilai ketika di dalam kelas. Penguasaan pendidik terhadap teori
dan praktek diharapkan seimbang.
Dalam
mensintesakan antara teoritik dan praksis, seorang pendidik harus mempunyai
mengevalusi kekurangan dari metode belajar sehingga ketika melaksanakan proses
pembelajaran, penfiik telah menghasilkan suatu transformasi metode pembelajaran
yang lebih sempurna. Srlain itu, sintesa antara teoritik dan praksis juga
terdapat dalam materi pembelajaran. Materi yang diajarkan seyogyanya mengacu
pada pembangunan karakter peserta didik agar dapat menjadi manusia seutuhnya
yang mampu membangun diri dan masyarakat.
Pembelajaran inovatif tidak bisa terlepas dari kreativitas guru dalam menciptakan soal - soal latihan untuk peserta didik. Selama ini soal - soal dalam pembelajaran sejarah cenderung mengarah pada soal Lots (Low Order Thinking Skill) seperti :
Apa
alasan utama meletusnya perang 10 November 1945?
Siapakan
Jenderal yang hugur dalam peristiwa penyerangan di Jembatan Merah ?
Dimanakah lokasi terjadinya peristiwa
perobekan bendera merah putih biru?
Seorang guru dalam pembelajaran juga harus mampu menciptakan soal - soal dengan standar Hots (High Thinking Order Skill) seperti :
1. Buatlah
tabel analisis yang berisi tentang perkembangan budaya Indonesia dari masa
klasik HinduBuddha ke Masa Islam !
2. Menurut
pendapatmu, dari beberapa teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia, manakah
yang paling besar prosentase kebenarannya? Jelaskan alasanmu dalam 25 kata !
3. Perjalanan sejarah Indonesia dari masa
ke masa selalu diwarnai oleh perpecahan, persatuan, perebutan kekuasaan, dan
bersatu lagi. Buatlah indikator indikator perpecahan dan persatuan
(masing-masing 3 indikator), kemudian ramalkan masa depan indonesia berdasarkan
indikator yang telah anda buat!
Seorang guru harus percaya pada kemampuan peserta didiknya. Dengan rutin memberikan soal - soal Hots sama dengan secara rutin mengasah kemampuan analisis materi pada peserta didik. Jika seorang guru percaya bahwa peserta didiknya mampu mengerjakan soal sulit, maka peserta didiknya akan mampu mengerjakan soal sesulit apapun selama materi yang disampaian relevan dengan pertanyaan.
No comments:
Post a Comment