Menu

Sunday, 31 March 2019

Alasan Hoaks Menjadi Makanan Favorit Di Negara +62


Hoaks atau Hoax adalah berita palsu, berita bohong, informasi yang tidak benar tetapi dibuat seolah – olah benar adanya. Penyebaran hoaks pada beberapa kasus telah mengakibatkan kericuhan bahkan menganggu stabilitas nasional. Sudah tahu dan paham bahwa berita tertentu merupakan hoaks, masih banyak dijumpai pihak – pihak tertentu yang dengan sengaja dan bahagia turut serta dalam menyebarkannya. Lebih parah lagi, hoaks ini bisa dengan mudah diterima dan dipercaya oleh masyarakat di negara kita tercinta, Indonesia. Netizen jaman now memang sudah banyak yang cerdas, tapi lebih banyak lagi yang tidak bisa mengikuti kecerdasan gadget-nya. Banyak orang bertanya – tanya, apa yang sesungguhnya terjadi pada negara ber-flower ini hingga hoaks bisa dengan mudah tersebar merata seperti virus ditengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi  ini. Apakah hal ini semata – mata dikarenakan rendahnya pendidikan, mahalnya kuota, atau para penyebar itu termasuk dalam sindikat konspirasi besar dunia?


Setelah melalui perjalanan panjang dalam mengamati tersebarnya hoaks di Indonesia, penulis membuat rangkuman yang berisi tentang kemungkinan- kemungkinan alasan kenapa hoaks menjadi makanan favorit di negara berkode +62 ini.

1.       Ingin diakui eksistensinya
Pengakuan tentang eksistensi atau keberadaan memang menjadi alasan terhadap tindakan – tindakan manusia di dunia ini. Apa yang dikisahkan dalam Naruto dimasa kecilnya memang tidak salah. Bahkan jika seorang manusia telah diakui oleh orang lain, mereka masih mencoba untuk melakukan hal – hal lain untuk membuktika pada diri mereka sendiri bahwa mereka ada. Mencoba mencari perhatian orang lain – meskipun itu berupa kecaman dan hujatan- adalah hal yang biasa dilakukan oleh manusia – manusia yang merasakan kekosongan dalam hidupnya.

Perhatikan saja para manusia yang dengan bahagia menyebarkan hoaks – hoaks itu. Meskipun pada akhirnya mereka paham bahwa postingan mereka akan dipenuhi hujatan tapi tetap tidak menyurutkan niat untuk menyebarkan berita – berita bohong. Hujatan itulah yang mereka cari. Hujatan itulah yang menjadi tujuan mereka. Beberapa orang hidup dengan menciptakan masalah demi mendapatkan perhatian orang lain. Dan di negeri dengan 5 agama yang diakui ini, banyak sekali orang – orang bermasalah dengan kekosongan dalam dirinya. Terjebak dalam ego, mereka melakukan pembenaran atas nama Tuhan, Kepercayaan, Keimanan, Kemanusiaan bahkan Keadilan untuk menyebarkan hoaks demi mendapatkan perhatian orang lain.

2.       Kurang bisa mencerna informasi
Ini adalah salah satu alasan yang menurut penulis menjadi penyumbang terbesar pada laris manisnya hoaks di wkwk land. Dengan gadget canggih, paket data yang memadai, para manusia di wkwk land masih kurang bisa mengerti mana sumber informasi yang bisa dipercaya dan mana sumber informasi yang harus dimasukkan ke dalam daftar hitam. Selama sepemikiran dengan pendapat mereka, kaum wkwk land akan serta merta menganggap sebuah berita adalah benar. Memang dibutuhkan sebuah sosialisasi tentang apa yang disebut dengan kritik sumber sebagaimana diajarkan dalam historiografi agar para kaum wkwk land bisa sedikit tercerahkan dalam pemilihan sumber berita.

Setelah sedikit tercerahkan, ternyata masih ada masalah yang lain. Kaum wkwk land ini kurang mampu memahami bahasa – bahasa tingkat tinggi, bahasa – bahasa intelektual yang biasa digunakan di laman – laman berita dengan grade A. Mereka lebih menikmati bahasa – bahasa populer di laman – laman berita yang tujuan utamanya adalah meraih keuntungan komersil. Tentu saja, laman komersil seperti ini muatan berita dan informasinya tidak sebanding dengan informasi pada laman berita grade A. Akibatnya kaum wkwk land terbiasa menyoroti persoalan yang sebenarnya tidak perlu dijadikan keributan. Seberapa banyak manusia di wkwk land yang bisa menghubungkan kondisi perpolitikkan Indonesia sekarang dengan kondisi politik dunia internasional? Seberapa banyak manusia di wkwk land yang bisa memahami konsep keseimbangan ekonomi internasional dan kaitannya dengan kebijakan ekspor impor?

3.       Mimpi tentang negeri dongeng
Negeri dongeng memang terasa begitu indah, utamanya bagi masyarakat dari negara ber-flower seperti Indonesia. Sebuah mimpi untuk hidup di negara dengan penghasilan tinggi tetapi biaya hidupnya rendah. Ingin pekerjaan yang santai tapi gajinya tinggi. Ingin kesejahteraan para akar rumput meningkat dan dibarengi dengan harga kebutuhan pokok yang rendah. Ingin negaranya maju tapi subsisi untuk segala lini jalan terus. Demikianlah beberapa mimpi yang sering digaungkan sebagai bahan hoaks di Indonesia.

Mimpi indah ini terus berlanjut dari waktu ke waktu. Terlepas dari fakta bahwa kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia memang masih rendah, mimpi seperti ini memang efektif untuk sejenak melarikan diri dari kenyataan pahit yang ada. Tidak ada orang yang tidak menginginkan kehidupan yang mudah tapi hidup pada dasarnya adalah perjuangan melalui kesulitan. Dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti sekarang, kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah melebar sedemikian luas. Tanpa dibarengi dengan upaya menyadarkan diri pada realita kehidupan, para penikmat hoaks telah menjebak diri mereka sendiri pada impian tentang negeri dongeng untuk kehidupan masa depannya.

4.       Konspirasi kekuasaan
Alasan nomor 4 ini menjadi alasan yang paling banyak digaungkan oleh penggemar teori – teori konspirasi dunia. Mereka menggunakan Amerika, CIA, kaum Yahudi yang hendak menguasai dunia, hingga isu – isu tentang upaya penakhlukan Indonesia guna mencapai tujuan utama yaitu menciptakan tatanan baru dunia. Isu konspirasi tentang kekuasaan ini bukan hanya dituliskan dan disebarkan berdasarkan imajinasi belaka. Tulisan tentang ini bahkan disertai data – data dan argumen yang sangat meyakinkan pembaca.

Tidak sulit untuk memahami posisi Indonesia dalam perpolitikan dunia. Sebagai sebuah negara dengan jumlah penduduk yang relatif banyak plus berperilaku konsumtif, Indonesia adalah pasar bagi berbagai produk – produk yang berasal dari segala penjuru dunia. Sebagai sebuah negara dengan potensi sumber daya alam yang besar, Indonesia berpotensi untuk menguasai dunia pertambangan meskipun hingga sekarang masih kalah dalam hal modal. Sebagai sebuah negara di jalur perdagangan, menguasai Indonesia sama dengan menguasai permodalan dunia.

Indonesia diibaratkan seperti sepotong kue yang jatuh dari langit. Dengan kondisi masyarakatnya yang seperti sekarang – pendidikan rendah, ekonomi dibawah rata – rata , kesadaran sosial semakin menipis-, hoaks menjadi salah satu alat untuk menguasai Indonesia. Beberapa kasus telah membuktikan, bahwa hanya dengan menyebarkan hoaks tentang sebuah produk, masyarakat Indonesia bisa beramai – ramai percaya dan memboikot produk tersebut. Alhasil diluncurkanlah produk baru dengan presentase kesuksessan yang tinggi.

5.       Takdir

Percaya atau tidak, sepertinya percaya pada hoaks memang sudah menjadi takdir negeri ini. Kita berada di negeri yang kaya raya, tanahnya subur, hasil alam melimpah, dan meskipun harga kebutuhan semakin mahal, kita masih mampu membelinya. Negeri ini terlalu indah dan damai (kadang – kadang). Akan menjadi sebuah ketidak adilan sosial bagi negeri lain jika negeri seindah dan sekaya Indonesia tidak memiliki kelemahan. Hoaks memang buruk, hoaks memang merugikan, tetapi tidak bisa disangkal bahwa hoaks menjadikan negeri ini lebih hidup dengan segala perang argumen dan adu pendapatnya. Setidaknya keberadaan hoaks telah menjadi motivasi bagi beberapa manusia di negara ini untuk menjelajahi sumber – sumber berita dan meluruskan sebuah berita yang salah. Jika tidak ada hoaks, maka manusia sejenis ini – yang berjuang di jalur kebenaran- tidak akan ada.

No comments:

Post a Comment