Hoaks atau Hoax adalah berita
palsu, berita bohong, informasi yang tidak benar tetapi dibuat seolah – olah
benar adanya. Penyebaran hoaks pada beberapa kasus telah mengakibatkan
kericuhan bahkan menganggu stabilitas nasional. Sudah tahu dan paham bahwa berita
tertentu merupakan hoaks, masih banyak dijumpai pihak – pihak tertentu yang
dengan sengaja dan bahagia turut serta dalam menyebarkannya. Lebih parah lagi,
hoaks ini bisa dengan mudah diterima dan dipercaya oleh masyarakat di negara
kita tercinta, Indonesia. Netizen jaman now
memang sudah banyak yang cerdas, tapi lebih banyak lagi yang tidak bisa
mengikuti kecerdasan gadget-nya.
Banyak orang bertanya – tanya, apa yang sesungguhnya terjadi pada negara ber-flower ini hingga hoaks bisa dengan
mudah tersebar merata seperti virus ditengah kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi ini. Apakah hal ini semata –
mata dikarenakan rendahnya pendidikan, mahalnya kuota, atau para penyebar itu
termasuk dalam sindikat konspirasi besar dunia?
Setelah melalui perjalanan
panjang dalam mengamati tersebarnya hoaks di Indonesia, penulis membuat
rangkuman yang berisi tentang kemungkinan- kemungkinan alasan kenapa hoaks
menjadi makanan favorit di negara berkode +62 ini.
1.
Ingin
diakui eksistensinya
Pengakuan tentang eksistensi atau
keberadaan memang menjadi alasan terhadap tindakan – tindakan manusia di dunia
ini. Apa yang dikisahkan dalam Naruto dimasa kecilnya memang tidak salah.
Bahkan jika seorang manusia telah diakui oleh orang lain, mereka masih mencoba
untuk melakukan hal – hal lain untuk membuktika pada diri mereka sendiri bahwa
mereka ada. Mencoba mencari perhatian orang lain – meskipun itu berupa kecaman
dan hujatan- adalah hal yang biasa dilakukan oleh manusia – manusia yang
merasakan kekosongan dalam hidupnya.
Perhatikan saja para manusia yang
dengan bahagia menyebarkan hoaks – hoaks itu. Meskipun pada akhirnya mereka
paham bahwa postingan mereka akan dipenuhi hujatan tapi tetap tidak menyurutkan
niat untuk menyebarkan berita – berita bohong. Hujatan itulah yang mereka cari.
Hujatan itulah yang menjadi tujuan mereka. Beberapa orang hidup dengan
menciptakan masalah demi mendapatkan perhatian orang lain. Dan di negeri dengan
5 agama yang diakui ini, banyak sekali orang – orang bermasalah dengan
kekosongan dalam dirinya. Terjebak dalam ego, mereka melakukan pembenaran atas
nama Tuhan, Kepercayaan, Keimanan, Kemanusiaan bahkan Keadilan untuk
menyebarkan hoaks demi mendapatkan perhatian orang lain.
2.
Kurang
bisa mencerna informasi
Ini adalah salah satu alasan yang
menurut penulis menjadi penyumbang terbesar pada laris manisnya hoaks di wkwk land. Dengan gadget canggih, paket data yang memadai, para manusia di wkwk land masih kurang bisa mengerti
mana sumber informasi yang bisa dipercaya dan mana sumber informasi yang harus
dimasukkan ke dalam daftar hitam. Selama sepemikiran dengan pendapat mereka,
kaum wkwk land akan serta merta
menganggap sebuah berita adalah benar. Memang dibutuhkan sebuah sosialisasi
tentang apa yang disebut dengan kritik sumber sebagaimana diajarkan dalam
historiografi agar para kaum wkwk land
bisa sedikit tercerahkan dalam pemilihan sumber berita.
Setelah sedikit tercerahkan,
ternyata masih ada masalah yang lain. Kaum wkwk
land ini kurang mampu memahami bahasa – bahasa tingkat tinggi, bahasa –
bahasa intelektual yang biasa digunakan di laman – laman berita dengan grade A. Mereka lebih menikmati bahasa –
bahasa populer di laman – laman berita yang tujuan utamanya adalah meraih
keuntungan komersil. Tentu saja, laman komersil seperti ini muatan berita dan
informasinya tidak sebanding dengan informasi pada laman berita grade A. Akibatnya kaum wkwk land terbiasa menyoroti persoalan
yang sebenarnya tidak perlu dijadikan keributan. Seberapa banyak manusia di wkwk land yang bisa menghubungkan
kondisi perpolitikkan Indonesia sekarang dengan kondisi politik dunia
internasional? Seberapa banyak manusia di wkwk
land yang bisa memahami konsep keseimbangan ekonomi internasional dan
kaitannya dengan kebijakan ekspor impor?
3.
Mimpi
tentang negeri dongeng
Negeri dongeng memang terasa
begitu indah, utamanya bagi masyarakat dari negara ber-flower seperti Indonesia. Sebuah mimpi untuk hidup di negara dengan
penghasilan tinggi tetapi biaya hidupnya rendah. Ingin pekerjaan yang santai
tapi gajinya tinggi. Ingin kesejahteraan para akar rumput meningkat dan
dibarengi dengan harga kebutuhan pokok yang rendah. Ingin negaranya maju tapi
subsisi untuk segala lini jalan terus. Demikianlah beberapa mimpi yang sering
digaungkan sebagai bahan hoaks di Indonesia.
Mimpi indah ini terus berlanjut
dari waktu ke waktu. Terlepas dari fakta bahwa kesejahteraan sosial masyarakat
Indonesia memang masih rendah, mimpi seperti ini memang efektif untuk sejenak
melarikan diri dari kenyataan pahit yang ada. Tidak ada orang yang tidak
menginginkan kehidupan yang mudah tapi hidup pada dasarnya adalah perjuangan
melalui kesulitan. Dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti sekarang,
kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah melebar sedemikian luas. Tanpa
dibarengi dengan upaya menyadarkan diri pada realita kehidupan, para penikmat
hoaks telah menjebak diri mereka sendiri pada impian tentang negeri dongeng
untuk kehidupan masa depannya.
4.
Konspirasi
kekuasaan
Alasan nomor 4 ini menjadi alasan
yang paling banyak digaungkan oleh penggemar teori – teori konspirasi dunia.
Mereka menggunakan Amerika, CIA, kaum Yahudi yang hendak menguasai dunia,
hingga isu – isu tentang upaya penakhlukan Indonesia guna mencapai tujuan utama
yaitu menciptakan tatanan baru dunia. Isu konspirasi tentang kekuasaan ini
bukan hanya dituliskan dan disebarkan berdasarkan imajinasi belaka. Tulisan
tentang ini bahkan disertai data – data dan argumen yang sangat meyakinkan
pembaca.
Tidak sulit untuk memahami posisi
Indonesia dalam perpolitikan dunia. Sebagai sebuah negara dengan jumlah
penduduk yang relatif banyak plus berperilaku konsumtif, Indonesia adalah pasar
bagi berbagai produk – produk yang berasal dari segala penjuru dunia. Sebagai
sebuah negara dengan potensi sumber daya alam yang besar, Indonesia berpotensi
untuk menguasai dunia pertambangan meskipun hingga sekarang masih kalah dalam
hal modal. Sebagai sebuah negara di jalur perdagangan, menguasai Indonesia sama
dengan menguasai permodalan dunia.
Indonesia diibaratkan seperti
sepotong kue yang jatuh dari langit. Dengan kondisi masyarakatnya yang seperti
sekarang – pendidikan rendah, ekonomi dibawah rata – rata , kesadaran sosial
semakin menipis-, hoaks menjadi salah satu alat untuk menguasai Indonesia.
Beberapa kasus telah membuktikan, bahwa hanya dengan menyebarkan hoaks tentang
sebuah produk, masyarakat Indonesia bisa beramai – ramai percaya dan memboikot
produk tersebut. Alhasil diluncurkanlah produk baru dengan presentase
kesuksessan yang tinggi.
5.
Takdir
Percaya atau tidak, sepertinya
percaya pada hoaks memang sudah menjadi takdir negeri ini. Kita berada di
negeri yang kaya raya, tanahnya subur, hasil alam melimpah, dan meskipun harga
kebutuhan semakin mahal, kita masih mampu membelinya. Negeri ini terlalu indah
dan damai (kadang – kadang). Akan menjadi sebuah ketidak adilan sosial bagi
negeri lain jika negeri seindah dan sekaya Indonesia tidak memiliki kelemahan.
Hoaks memang buruk, hoaks memang merugikan, tetapi tidak bisa disangkal bahwa
hoaks menjadikan negeri ini lebih hidup dengan segala perang argumen dan adu
pendapatnya. Setidaknya keberadaan hoaks telah menjadi motivasi bagi beberapa
manusia di negara ini untuk menjelajahi sumber – sumber berita dan meluruskan
sebuah berita yang salah. Jika tidak ada hoaks, maka manusia sejenis ini – yang
berjuang di jalur kebenaran- tidak akan ada.
No comments:
Post a Comment