Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Rabu, 14 Januari 2015
Mimpi Masa Kecil dan Masa Kini
Dahulu, aku selalu berfikir betapa menyenangkannya menjadi seorang guru yang bisa membagi ilmu dengan sekelilingnya. Namun seiring berjalannya waktu, mimpi-mimpi itu semakin berkembang seperti gurun pasir nevada yang semakin lama semakin luas. Mimpi yang dulu hanya sebatas pada lingkungan sekitar kini semakin tiada berbatas.
Mimpi pada alam tidak lagi hanya berupa ingin menjadi seorang ahli lingkungan hidup. Lebih dari itu, bagaimana aku bisa mengubah lingkungan dan masyarakat disekitarku menjadi lebih peduli dan menyatu dengan alam adalah lebih dari pada menjadi seorang ahli.
Jika dahulu aku menganggap untuk apa aku berpetualang ke tempat-tempat yang semula tidak ku ketahui hanya untuk melihat apa yang dimiliki oleh mereka, kini aku sadar bahwa aku memang sangat membutuhkannya. Lumajang, tanah air kecilku ini membutuhkan banyak pelajaran dari bumi-bumi disekitarnya yang telah berkembang lebih maju dari dirinya sendiri. Aku belajar, mengamati dan akhirnya memahaminya, jika Lumajang tidak bisa hanya dibanggakan. Lumajang butuh anak-anak muda yang bisa mengembangkannya.
Kadang aku berfikir, bisakah aku mengubah diriku sendiri agar aku bisa mengubah sekelilingku?
Batu – batu yang ku temui pada setiap perjalananku selalu bercerita tentang bagaimana kisahnya selama perjalanan panjang sang waktu. Kisahnya hampir selalu sama, mereka dibiarkan tergeletak tak terurus, tak termanfaatkan.
Begitupun batuan yang tersapu ombak di Pantai Selatan, betapa mereka hanya menjadi hiasan taman yang pada akhirnya bersembunyi dibalik telapak kaki manusia tanpa bisa dimanfaatkan lebih lanjut? Lumajangku sangat kaya, tapi untuk siapakah kekayaan itu? Sebuah pertanyaan yang masih belum kutemukan jawabannya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar