Menu
Wednesday, 14 January 2015
Mimpi Masa Kecil dan Masa Kini
Dahulu, aku selalu berfikir betapa menyenangkannya menjadi seorang guru yang bisa membagi ilmu dengan sekelilingnya. Namun seiring berjalannya waktu, mimpi-mimpi itu semakin berkembang seperti gurun pasir nevada yang semakin lama semakin luas. Mimpi yang dulu hanya sebatas pada lingkungan sekitar kini semakin tiada berbatas.
Mimpi pada alam tidak lagi hanya berupa ingin menjadi seorang ahli lingkungan hidup. Lebih dari itu, bagaimana aku bisa mengubah lingkungan dan masyarakat disekitarku menjadi lebih peduli dan menyatu dengan alam adalah lebih dari pada menjadi seorang ahli.
Jika dahulu aku menganggap untuk apa aku berpetualang ke tempat-tempat yang semula tidak ku ketahui hanya untuk melihat apa yang dimiliki oleh mereka, kini aku sadar bahwa aku memang sangat membutuhkannya. Lumajang, tanah air kecilku ini membutuhkan banyak pelajaran dari bumi-bumi disekitarnya yang telah berkembang lebih maju dari dirinya sendiri. Aku belajar, mengamati dan akhirnya memahaminya, jika Lumajang tidak bisa hanya dibanggakan. Lumajang butuh anak-anak muda yang bisa mengembangkannya.
Kadang aku berfikir, bisakah aku mengubah diriku sendiri agar aku bisa mengubah sekelilingku?
Batu – batu yang ku temui pada setiap perjalananku selalu bercerita tentang bagaimana kisahnya selama perjalanan panjang sang waktu. Kisahnya hampir selalu sama, mereka dibiarkan tergeletak tak terurus, tak termanfaatkan.
Begitupun batuan yang tersapu ombak di Pantai Selatan, betapa mereka hanya menjadi hiasan taman yang pada akhirnya bersembunyi dibalik telapak kaki manusia tanpa bisa dimanfaatkan lebih lanjut? Lumajangku sangat kaya, tapi untuk siapakah kekayaan itu? Sebuah pertanyaan yang masih belum kutemukan jawabannya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment