Aku adalah anak desa. Hal tersebut tidak lagi diragukan. Aku lahir di desa, besar di desa, dan akhirnya aku harus meninggalkan desa yang ku cintai ini demi sebuah pendidikan. Berat memang... tapi ini adalah sebuah keharusan jika aku ingin mewujudkan mimpi-mimpi ku. Aku yang terbiasa hidup dibawah naungan pohon-pohon hijau yang kini mulai lelah mempertahankan keberadaannya masing-masing, harus bisa beradaptasi dengan bayang-bayang gedung pencakar langit di kota besar.
Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Kamis, 20 Agustus 2015
Yang Akan Kurindukan Dari Kampung Halaman
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 19 Agustus 2015
Perjalanan kali ini
Beberapa hari yang lalu, saya melakukan perjalanan ke Tuban, tepatnya di Kec.Rengel dalam rangka acara melayat ke rumah calon mertua yang sedang berduka karena si mbah nya meninggal dunia. Senin malam saya berangkat dan sampai disana sekitar pukul 22.00 WIB. Saya yang waktu itu berada di Surabaya tentu saja melewati Gresik dan Lamongan terlebih dahulu.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 02 Juni 2015
Tanam Pohon yang Pertumbuhannya Lama, Untuk Siapa????
Pohon, Pepohonan, Hijau. Tiga kata itulah yang seharusnya
dan memang harus selalu berada dalam jangkauan mata kita selaku makhluk hidup
yang mendiami bumi. Pohon, sebuah pohon adalah ribuan kehidupan. Dalam tubuh
sebuah pohon, yang hidup bukan hanya pohon itu sendiri. Makhluk-makhluk lain
pun turut serta menikmati keberadaannya sebagai penghargaan terhadap ke-eksisan
pohon itu dalam menjalani hidup yang penuh dengan perubahan. Pepohonan,
kumpulan dari pohon yang menjadi tumpuan harapan kita untuk mengurangi
kandungan CO2 di atmosfer bumi yang kian hari kian menumpuk. Hijau, memang
bukan warna merah yang mengandung gairah, tapi warna hijau adalah warna yang
mengandung ketentraman, kejernihan, kesejukkan dan segala sesuatu yang
dibutuhkan oleh jiwa dalam menikmati kesendirian.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 14 Januari 2015
Mimpi Masa Kecil dan Masa Kini
Dahulu, aku selalu berfikir betapa menyenangkannya menjadi seorang guru yang bisa membagi ilmu dengan sekelilingnya. Namun seiring berjalannya waktu, mimpi-mimpi itu semakin berkembang seperti gurun pasir nevada yang semakin lama semakin luas. Mimpi yang dulu hanya sebatas pada lingkungan sekitar kini semakin tiada berbatas.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Pembatasan Bagi Siswa Dalam Menyampaikan Pendapat Didepan Umum
Bagi kalian para siswa, pembatasan dalam hal berpendapat apalagi didepan umum bukanlah hal baru lagi. seorang siswa yang terlalu berani berpendapat apalagi jika itu menyangkut tentang politik dan kekuasaan, dianggap telah melampaui batas yang telah ada. padahal menurut saya sendiri yang juga seorang siswa, dengan kita berani berpendapat didepan umum tentang hal tersebut, kita akan terbiasa menyampaikan pendapat tentang kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. sehingga, kita tidak hanya diam saja saat ada kebijakan yang muncul dan bertentangan dengan kita.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)