Pendahuluan
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma dalam sistem evaluasi pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Evaluasi tidak lagi sekadar menguji daya ingat terhadap fakta-fakta statis, melainkan harus mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) serta literasi membaca dan numerasi siswa. Materi Tema 3 Kelas 7 mengenai "Potensi Ekonomi Lingkungan" memberikan ruang lingkup yang luas untuk mengeksplorasi keterkaitan antara aktivitas manusia dengan daya dukung ekologi.
Rasionalitas Instrumen
Koleksi 50 butir soal yang tersaji dalam artikel ini disusun dengan standar kompetisi (olimpiade), di mana setiap pertanyaan berjangkar pada stimulus kontekstual. Penggunaan stimulus—baik berupa infografis data ekonomi, narasi sejarah agraris, maupun peta tematik—bertujuan agar siswa mampu melakukan sintesis informasi sebelum mengambil keputusan atau jawaban tepat. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan literasi yang dicanangkan dalam Asesmen Nasional, di mana kompetensi kognitif diukur melalui kedalaman analisis terhadap teks informatif.^1
Dalam konteks olimpiade, soal-soal ini dirancang untuk melampaui level kognitif C3 (aplikasi), masuk ke wilayah C4 (analisis) hingga C6 (kreasi). Penekanan diberikan pada pemahaman mengenai kelangkaan sumber daya, dinamika pasar, serta etika pemanfaatan lingkungan dalam bingkai keberlanjutan ekonomi.
Tujuan Publikasi
Publikasi bank soal ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi rekan sejawat pendidik dalam menyusun instrumen penilaian yang variatif, sekaligus sebagai sarana latihan mandiri bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Kompetisi Sains Nasional (KSN) atau ajang prestasi akademik lainnya.
Soal Latihan IPS Kelas VII Tema 3
1. Provinsi
Nusa Tenggara Timur memiliki potensi angin dan radiasi matahari yang sangat
optimal sepanjang tahun. Pemerintah daerah berencana mengganti Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan infrastruktur energi terbarukan.
Namun, proyek transisi energi tersebut tertunda bertahun-tahun meskipun cetak
biru teknisnya telah disetujui. Hambatan fundamental yang secara empiris sering
dialami negara berkembang dalam mewujudkan kemandirian energi bersih tersebut
adalah ....
A. Rendahnya
tingkat kebutuhan energi listrik masyarakat pedesaan yang masih sepenuhnya
mengandalkan bahan bakar kayu.
B. Sempitnya
ketersediaan lahan kosong di wilayah kepulauan untuk mendirikan infrastruktur
pembangkit listrik ramah lingkungan.
C. Melimpahnya
cadangan energi fosil domestik yang dianggap jauh lebih praktis untuk
dieksploitasi secara seketika.
D. Mahalnya
biaya pengadaan teknologi infrastruktur awal serta terbatasnya kapasitas
fasilitas penyimpanan daya listrik baterai.
2. Kepulauan
Riau dan Bangka Belitung dikenal memiliki perairan dangkal yang kaya akan
material sedimen. Sejumlah korporasi mengajukan izin operasi untuk melakukan
penyedotan pasir laut skala besar guna memenuhi kebutuhan material reklamasi di
negara tetangga. Berdasarkan parameter ekologi maritim, aktivitas ekstraktif
nonhayati tersebut dikategorikan sebagai ancaman serius bagi stabilitas
lingkungan pesisir jangka panjang karena ....
A. Menghancurkan
struktur substrat dasar laut yang menjadi habitat utama bagi perkembangbiakan
berbagai biota laut.
B. Meningkatkan
volume debit air laut secara sangat drastis sehingga menenggelamkan wilayah
daratan pulau kecil.
C. Membentuk
cekungan palung laut baru yang justru membahayakan jalur pelayaran kapal niaga
perairan dangkal.
D. Memicu
perpindahan aktivitas penangkapan ikan dari wilayah pesisir dangkal menuju zona
perairan ekonomi eksklusif.
3. Masyarakat
pesisir di Kabupaten Demak mengalami penurunan pendapatan yang drastis akibat
hilangnya area pemijahan ikan alami. Pada saat yang bersamaan, intrusi air laut
dan abrasi terus menggerus daratan pemukiman penduduk. Sebuah lembaga donor
internasional menawarkan pendanaan penuh untuk program pemulihan ekologi desa.
Keputusan paling strategis dan ekosentris yang dapat diimplementasikan oleh
aparatur desa untuk mengatasi krisis ganda tersebut adalah ....
A. Membeli
armada kapal tangkap berteknologi modern agar nelayan dapat melakukan
eksploitasi di samudra lepas.
B. Menanam
kembali sabuk hijau mangrove guna meredam gelombang pasang sekaligus memulihkan
ekosistem pesisir alami.
C. Membangun
tanggul beton raksasa di sepanjang garis pantai untuk menahan laju intrusi air
laut.
D. Memindahkan
seluruh kawasan pemukiman penduduk menuju area perbukitan yang jauh dari
jangkauan abrasi pantai.
4. Aktivitas
penambangan mineral logam mulia di Dataran Tinggi Sudirman beroperasi dengan
mengupas lapisan batuan dalam skala masif. Proses pemisahan bijih emas dan
tembaga dari batuan induknya menghasilkan residu lumpur beracun (tailing)
dalam volume raksasa. Agar residu kimiawi tersebut tidak mengkontaminasi Daerah
Aliran Sungai (DAS) di wilayah dataran rendah, prosedur tata kelola lingkungan
yang wajib diterapkan oleh korporasi pertambangan adalah ....
A. Membangun
waduk penampungan limbah berteknologi kedap air yang dilanjutkan dengan program
reklamasi lahan pascatambang.
B. Membuang
lumpur sisa tambang secara perlahan menuju aliran sungai guna memanfaatkan
proses pengenceran alami.
C. Mencampur
seluruh sisa lumpur beracun tersebut dengan pupuk kimia untuk dijadikan media
tanam pertanian.
D. Membiarkan
limbah beracun tersebut mengering secara alami di bawah sinar matahari pada
area tebing.
5. Permintaan
global terhadap Crude Palm Oil (CPO) terus meroket, mendorong para
investor untuk mengekspansi lahan konsesi di kawasan hutan hujan Pulau
Kalimantan. Di sisi lain, pembukaan lahan (land clearing) secara masif
sangat mengancam eksistensi flora endemik dan memicu deforestasi. Pendekatan
tata ruang berwawasan lingkungan yang dapat mengkompromikan kepentingan
pertumbuhan ekonomi makro dengan pelestarian fungsi ekologis hutan adalah ....
A. Meningkatkan
produktivitas panen pada lahan sawit eksisting dan menetapkan status permanen
bagi kawasan konservasi.
B. Menerbitkan
izin perluasan lahan perkebunan baru dengan syarat perusahaan wajib membayar
pajak lingkungan ganda.
C. Menutup
seluruh operasional industri kelapa sawit secara permanen demi menjaga
kelestarian ekosistem hutan hujan.
D. Mengurangi
kuota produksi minyak sawit mentah secara bertahap agar harga jual pasar
internasional meningkat.
6. Lahan
pertanian komersial di lereng Gunung Sindoro perlahan mengalami penurunan
produktivitas hasil panen akibat tanah yang mulai mengeras dan kehilangan
porositas. Hal ini terjadi karena petani setempat selama bertahun-tahun menanam
komoditas tembakau secara monokultur dan sangat bergantung pada input pupuk
kimia sintetis. Tindakan perbaikan sistem agrikultur yang paling
merepresentasikan prinsip pembangunan pertanian berkelanjutan untuk memulihkan
daya dukung tanah tersebut adalah ....
A. Membuka
areal lahan pertanian baru pada kawasan penyangga hutan yang masih memiliki
humus tinggi.
B. Menerapkan
pola pergiliran jenis tanaman secara berkala untuk memutus siklus hama dan
menjaga hara.
C. Meningkatkan
dosis penggunaan pupuk kimia serta pestisida sintetis agar hasil panen tembakau
kembali maksimal.
D. Membangun
sistem irigasi modern yang mampu mengalirkan pasokan air tanah secara
terus-menerus sepanjang kemarau.
7. Masyarakat
petani yang berdomisili di wilayah dengan topografi pegunungan menerapkan
sistem terasering atau sengkedan dalam aktivitas budidaya pertanian. Orientasi
fundamental dari implementasi teknik konservasi lahan tersebut pada area lereng
yang memiliki kemiringan curam bertujuan untuk ....
A.
Menahan laju aliran permukaan serta meminimalisasi risiko erosi tanah guna
menjaga stabilitas tingkat kesuburan pada area lahan pertanian.
B.
Meningkatkan varietas komoditas tanaman pangan dalam satu area lahan guna
memaksimalkan potensi diversifikasi hasil panen secara periodik tahunan.
C.
Mereduksi alokasi biaya operasional dalam proses pengolahan lahan serta
mempermudah aksesibilitas petani saat melakukan aktivitas pemeliharaan tanaman
pangan.
D. Mengoptimalkan volume cadangan air tanah melalui proses infiltrasi alami guna menjamin ketersediaan sumber irigasi bagi seluruh kawasan pertanian
8. Sebuah
wilayah administratif memiliki keunggulan komparatif berupa cakupan kawasan
hutan yang sangat luas serta biodiversitas yang tinggi. Strategi paling tepat
dalam mengelola potensi sumber daya alam tersebut agar memberikan manfaat
ekonomi berkelanjutan adalah ....
A.
Melakukan ekstraksi komoditas kayu secara masif guna memacu laju pertumbuhan
pendapatan asli daerah serta mempercepat pembangunan infrastruktur.
B.
Mengonversi status kawasan lindung menjadi lahan produktif skala besar guna
mendukung kemandirian pangan serta pemenuhan kebutuhan logistik.
C.
Mengembangkan sektor ekowisata berbasis lingkungan serta menjaga stabilitas
fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan bagi generasi mendatang.
D. Mengekspor seluruh komoditas bahan mentah hasil hutan ke pasar internasional guna memperoleh devisa negara dalam jumlah signifikan.
9. Indonesia
dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam sangat besar.
Kekayaan ini menjadi modal utama bagi bangsa Indonesia untuk membangun ekonomi
dan mencapai kemajuan di masa depan. Namun, pengelolaan yang tepat sangat
diperlukan agar kekayaan tersebut memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
Berdasarkan pernyataan tersebut, salah satu potensi alam yang dapat mendukung
Indonesia menjadi negara maju adalah ....
A.
Pemanfaatan berbagai jenis sumber daya energi terbarukan yang sangat melimpah
di Indonesia.
B.
Rendahnya tingkat keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh seluruh wilayah alam
di Indonesia.
C.
Terbatasnya luas lahan subur untuk mendukung kegiatan usaha pada sektor
pertanian rakyat.
D. Minimnya jumlah cadangan barang tambang yang tersimpan di dalam perut bumi Indonesia.
10. Indonesia
terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi silang ini menjadikan wilayah Indonesia
sebagai jalur lalu lintas dunia yang sangat penting bagi berbagai negara sejak
zaman dahulu hingga sekarang. Hal ini memberikan banyak peluang bagi kemajuan
bangsa Indonesia dalam berbagai bidang. Berdasarkan letak geografis tersebut,
keuntungan utama yang diperoleh bangsa Indonesia adalah ....
A.
Peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor perdagangan internasional dunia.
B.
Perkembangan kebudayaan lokal yang bersifat sangat tertutup saja.
C.
Kemajuan teknik pertanian tradisional pada seluruh wilayah pedesaan.
D.
Penguatan sistem pertahanan laut hanya pada area perbatasan.