Stasiun Tempeh, salah satu peninggalan kolonial di Tempeh yang tdak terawat, bahkan sudah beralih fungsi menjadi PAUD. Aku tidak pernah mengira, jika bangunan yang ku lewati setiap hari saat aku SMP ini merupakan bangunan bersejarah. Namun amat disayangkan, bangunan ini selain tidak terawat juga dinistakan dengan digunakan sebagai sarang walet. bermanfaat memang, tapi tidakkah lebih baik jika digunakan sebagai tempet wisata?
dengan kekhasan bangunan kolonial (Jendela lebar-lebar), stasiun yang warna kuningnya mulai memudar sekaligus atap yang mulai roboh ini sangat membutuhkan perhatian. menurut keterangan masyarakat sekitar, barang-barang yang terdapat didalam stasiun ini sudah dipindahkan ke Lumajang,tapi mereka sendiri tdak mengerti dibawa kemana tepatnya. selain itu, tidak adanya juru rawat stasiun juga semakin menambah parahnya kerusakan stasiun ini.
dan menurut saya, inilah yang nasibnya paling ngenes. struktur stasiun ini bukan rusak ditelan waktu, tapi sengaja dirusak efek dari kemarahan seseorang, begitulah menurut keterangan salah seorang penduduk yang rumahnya disamping stasiun ini.sudah sangat jelas terlihat jika struktur ini sangat tidak dirawat, pohon manecu tumbuh memayungi dan disebelah satunya lagi juga ada pohon liar yang tumbuh seenaknya sendiri.
lalu bagaimana kita masyarakat Lumajang? Dinas Pariwisata dan kebudayaan baru aka memberkan sosialisas, sementara bangunan-bangunan diatas hanya tinggal menunggu waktu limit..!!!! so???
No comments:
Post a Comment