Menu

Minggu, 08 Februari 2026

Jalur Rempah: Bukan Sekadar Aroma Cengkeh, Tapi Jejak Luka dan Kejayaan yang Kita Lupakan


Beberapa waktu yang lalu, di salah satu jam pelajaran IPS, saya membawa segenggam buah pala kering ke dalam kelas. Saya mengangkatnya tinggi-tinggi di depan papan tulis, lalu bertanya, "Ada yang tahu, buah apa ini?"

Hening. Beberapa anak di barisan belakang berbisik ragu. Ada yang menebak itu kemiri, ada juga yang menggeleng polos. Hati saya mencelos. Sebuah ironi yang pahit sedang terjadi di depan mata saya. Generasi muda kita, anak-anak yang lahir di tanah yang dijuluki "Ibu Rempah", justru asing dengan harta karun yang pernah membuat bangsa-bangsa Eropa rela mati-matian mengarungi samudra ganas hanya untuk menemukannya.

Sabtu, 07 Februari 2026

Patirtan Ngawonggo: Menemukan Keheningan dan Tangisan Ibu Pertiwi di Balik Rimbun Bambu

Baru beberapa minggu setelah kepindahan saya ke Gondanglegi, rasa bosan mulai menyelinap. Sebagai seseorang yang terbiasa bergerak dan berpikir, diam di rumah bukanlah pilihan yang nyaman. Naluri saya sebagai penikmat sejarah menuntun jari untuk membuka peta digital, mencari jejak masa lalu terdekat. Pilihan itu jatuh pada Patirtan Ngawonggo, sebuah situs yang berjarak hanya sekitar 10 kilometer dari tempat saya berdiri.

Google Maps dengan cerdas, atau mungkin nakal, memilihkan rute "jalan tikus". Saya tidak dibawa melewati jalan raya yang bising, melainkan menyusuri jalanan desa yang sunyi. Kanan kiri saya adalah hamparan sawah dan ladang yang tenang, diselingi pemukiman khas Malang Selatan: rumah-rumah sederhana dengan halaman yang terbentang luas, seolah menyiratkan hati penghuninya yang terbuka.

Jumat, 06 Februari 2026

Ruang Kelas yang Bernapas: Menemukan Kembali Humanisme di Tengah Tekanan Kurikulum


Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi, saya sering terdiam sejenak di depan pintu kelas. Di tangan kanan saya ada tumpukan perangkat ajar yang harus diselesaikan, dan di tangan kiri ada tuntutan target kurikulum yang harus dicapai. Namun, di dalam kelas, ada tiga puluh lebih pasang mata yang masing-masing membawa beban hidup yang berbeda. Ada yang belum sarapan, ada yang baru saja dimarahi orang tuanya, dan ada yang merasa dirinya "bodoh" hanya karena tidak bisa mengerjakan soal matematika kemarin.

Kamis, 05 Februari 2026

Arkeologi Bukan Sekadar Benda Mati: Menemukan Jiwa Nusantara di Balik Reruntuhan

Bagi sebagian besar orang, arkeologi sering kali dibayangkan sebagai tumpukan batu kusam, debu yang menyesakkan napas, atau sekadar artefak yang terkurung di balik etalase kaca museum yang sunyi. Sebagai seorang pendidik Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), saya sering mendapati pertanyaan retoris dari siswa: "Bu, untuk apa kita mempelajari sisa-sisa bangunan dari ratusan tahun lalu?"

Seorang guru sedang mengamati detail relief candi purbakala di Jawa Timur sebagai media pembelajaran.

Minggu, 31 Juli 2022

MELIHAT MODEL PENDIDIKAN INDONESIA DI MASA DEPAN

                                   


Revolusi Industri 4.0 bukanlah suatu hal yang baru bagi dunia internasional. Pada tahun 2011 berlokasi di Jerman telah diadakan Hannover fair yang menunjukkan revolusi industri yang pernah dialami oleh manusia sepanjang perkembangannya. Indonesia sendiri telah memulai era 4.0 pada sekitar tahun 2018, saat Presiden Joko Widodo mengeluarkan Making Indonesia 4.0. Isinya adalah road map dan strategi yang akan dijalankan oleh Indonesia dalam menghadapi era digital dunia. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi yang meliputi perkembangan Artificial Intelegence (AI), e-commerce, hingga penggunaan robot. Indonesia sendiri memfokuskan diri dalam menghadapi revolusi industry 4.0 ini dengan berfokus pada 5 teknologi utama, yaitu (1) internet of things, (2) artificial intelligence, (3) human-machine interface, (4) teknologi robotik dan sensor, dan (5) teknologi 3D printing.

Minggu, 25 April 2021

Download Media Pembelajaran IPS Kelas 8: Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam dan Manusia.

 Media Pembelajaran IPS Kelas 8 semester 1

KD 3.1 : Memahami perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara - negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik.

KD 4.1 : Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara - negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik.

Jumat, 09 April 2021

Download File Kidung Ronggolawe C.C Berg


Kidung Ranggalawe / Kidung Ronggolawe adalah salah satu sumber sekunder dalam penulisan sejarah lokal Kabupaten Tuban. 

Sesuai dengan namanya, Kidung ini menceritakan tentang kehidupan Adipati Tuban yang terkenal, yaitu Ranggalawe. Salah satu dari prajurit setia Raden Wijaya, yang menemaninya dalam perjalanan panjang pulang - pergi Madura - Jawa, tetapi pada akhirnya harus terbunuh juga. Entah demi apa.


Mungkin legitimasi kekuasaan. Mungkin ujian kesetiaan. Atau mungkin juga, hanya sebuah takdir yang tak terhindarkan. 


Siapkan hati, siapkan pikiran

Beliau yang kita sebut sebagai pendiri kerajaan Majapahit, memiliki sebuah dosa yang tak terampunkan. 

"Mengkhianati" prajuritnya yang gagah berani dan setia ketika beliau sudah naik tahta. 


File Kidung Ranggalawe bisa kalian download di sini








Minggu, 04 April 2021

Download File Kidung Harsawijaya by C.C Berg

File Kidung Harsawijaya karya C.C Berg dapat didownload di sini.

Kidung Harsawijaya adalah salah satu sumber sekunder dalam penulisan sejarah kerajaan Majapahit. Berisi tentang sejarah masa akhir Singhasari hingga awal Majapahit.

Sumber sekunder. Jika hendak dijadikan sumber dalam penulisan, hendaknya dilakukan pembandingan dengan sumber lain yang sejaman.