sebelumnya, ini hanyalah pemikiran pribadi saya setelah membaca karya Tan Malaka yang berjudul MADILOG ( MATERIALISME, DIALEKTIKA, LOGIKA). meskipun membaca baru sampai pertengahan bab III, tapi otak ini rasanya sudah seperti diperas habis-habisan. yang menarik untuk dibahas sejauh ini adalah pemikiran Tan Malaka tentang Logika Mystika dan Ilmu pasti. sebagai tokoh komunis, saya sudah bisa menduga jika Tan Malaka pasti akan condong terhadap Ilmu Pasti dan memang begitulah adanya.
Namun, yang tidak saya duga adalah bagaimana Tan Malaka memberikan contoh yang sangat realistis dalam mendukung pendapatnya.
yang pertama adalah pembahasan mengenai Logika Mystika atau Logika berdasarkan kerohanian. Tan Malaka mengambil contoh untuk logika yang satu ini berupa Dewa Tertinggi bangsa Mesir, Mahadewa Rah. Dewa rah menciptakan langit, bumi, bintang dll hanya dalam sekejab setelah mengatakan Ptah. Artinya, Timbulnya itu adalah pada satu saat saja, sesudah perkataan Ptah tadi diucapkan. Jadi, Rohanilah yang pertama, zatlah yang kedua. Zat ini berasal dari Rohani, bukan sebaliknya rohanilah yang berasal dari zat. Dewa rah tidak menunggu-nunggu dalam menciptakan sesuatu, karena jika Dewa Rah menunggu waktu, maka Dewa Rah bukan lah yang paling berkuasa karena Dewa Rah tunduk pada sang waktu.
selanjutnya Ilmu Pasti. dalam ilmu pasti, rohani bisa berupa kodrat, kracht , force, tidaklah dianggap barang yang terpisah, barang yang berdiri sendirinya, barang yang melahirkan zat, dalam tempo yang lebih cepat dari sekejab mata. disini, force, kodrat itu terkandung matter, oleh benda. dimana ada benda, disitu baru ada kodrat. Tan Malaka memberikan contoh elektron yang mengandung kodrat yang dinamai listrik. listrik, tidak bisa kita lihat, tapi bisa kita rasakan dan ukur kekuatannya. dimana ada elektron, disitu ada listrik. Namun, listrik tidak bisa menghasilkan zat baru. jadi, Ilmu pasti itu mengemukakan jika kodrat itu tidak bisa berpisah dari benda. tidak ada bendanya, tidak akan ada pula kodratnya. energi listrik, tidak semata mata bisa menimbulkan benda.
baiklah, hanya dua paragraf diatas, yang akan saya bahas berdasarkan pemikiran saya yang masih kelas tiga SMA ini. Kenapa Tan Malaka menggunakan Dewa Rah sebagai contoh sesuatu zat yang paling berkuasa atau pada zaman sekarang kita sebut Tuhan? apakah karena Tan Malaka tidak ingin menyinggung Tuhan umat manusia dari beberapa agama pada masa sekarang? jujur saya akui, hal itu sangatlah cerdik. karena secara tidak langsung Tan Malaka menentang akan keberadaan Dewa Rah sebagai penggambaran Tuhan yang paling berkuasa tapi tidak menggunakan sebutan Tuhan Masyarakat kini secara langsung yang artinya dia berhasil menghindari konflik antar dia dan umat yang 'ber-Tuhan'. Sementara "perkelahian" antara Ilmu Pasti dan Logika Mystika sendiri, menurut saya sama-sama gila tapi realistis. Saya Setuju tapi tidak sependapat pada kedua-duanya.
dalam Logika Mystika yang menerangkan tentang keberadaan rohani terlebih dahulu, baru zat itu ada saya setuju. Karena dalam agama saya, sudah dijelaskan jika roh nabi Muhammad itu didiptakan sebelum ruh Nabi Adam. jadi bisa disimpulkan, jika memang benar ruh itu diciptakan terlebih dahulu sebelum zat. Yang tidak saya setujui adalah mengenai anggapan bahwa alam semesta itu diciptakan dalam sekejab mata. bukannya tidak percaya pada kekuasaan sang Kuasa, tapi saya menganggap Sang Kuasa pun membiarkan waktu yang sudah diciptakan olehnya mengatur ciptaannya itu. buktinya, bumi diciptakan dalam keadaan panas terlebih dahulu lalu dibiarkan mendingin seiring berjalannya waktu. dibiarkan Atmospher tercipta dari letusan gunung berapi maupun hantaman meteor agar manusia mengerti kekuasaan Sang Kuasa yang sanggup menciptakan segala sesuatu dari sembarang hal. bukan berarti Sang Kuasa tunduk terhadap Sang waktu, tapi Sang kuasa menciptakan Sang Waktu sebagai patokan perubahan alam maupun berlakunya Hukum Alam yang diciptakan oleh-Nya.
sedangkan dalam Ilmu Pasti, dijelaskan jika zat itu ada sebelum roh. hal ini tentulah bertentangan dengan Logika Mystika karena jika tidak bertentangan tentulah Tan Malaka tidak akan mempertarungkan keduanya. Ilmu Pasti menyebutkan sebuah teori evolusi yang sudah tersohor yaitu The Laws of Evolution (UNDANG PERTUMBUHAN). namun, dalam keterangannya yang menyebutkan jika masing-masing zat didunia ini ada pertumbuhan dari zat yang lama, maka zat yang lama itu berasal dari mana? zat yang lama sebelum lama itu juga berasal dari mana? belum lagi pernyataan bahwa monyet itu menderita penjelmaan hingga menjadi hewan yang bernama manusia, maka pernyataan yang manakah yang menyatakan tentang sebab sebabnya kenapa monyet zaman sekarang tidak lagi mengalami evolusi menjadi manusia? lalu bagaimana bisa leburan yang dinamakan molten Mass itu bisa menjadi zat hidup? hal itu tidak terdapat dalam pernyataanya. Namun ada pula yang saya setujui dari hal ini, yaitu pernyataan tentang UNDANG TENTANG KETETAPAN JUMLAHNYA KODRAT (The Law of Conservation of Force). saya setuju jika dikatakan berapapun zat yang hilang, maka akan terbentuk zatdalam bentuk lain yang sejumlah dengan zat yang hilang itu. pahamkan maksud saya?
Hingga detik ini, saya masih kesulitan menyimpulakan tentang manakah yang paling saya setujui.
No comments:
Post a Comment