Menu

Tuesday, 12 April 2016

Islam atau NKRI ????


Baru-baru ini muncul hal yang ramai mengenai bahasan Pancasila itu tidak sesuai dengan Islam. Lontaran kalimat tersebut banyak diutarakan oleh ormas-ormas yang bisa saya katakan terlalu fanatik terhadap Islam. Lalu bagaimana kita sebagai mahasiswa muslim menyikapinya?
Bagi saya pribadi, jika ada yang mengatakan bahwa Pancasila itu tidak sesuai dengan Islam, Pancasila itu banyak terpengaruh Yahudi, dan lain sebagainya yang intinya menjatuhkan Pancasila, maka saya akan dengan berani mengatakan mereka adalah orang-orang bodoh yang sebenarnya. Mereka adalah orang yang dulu ketika masih di SD, SMP, dan SMA tertidur ketika pelajaran PPKN. Mereka adalah orang-orang yang pasti tidak tau kelima butir Pancasila sama sekali.
Sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Saya tidak mau membahas keempat berikutnya. Cukup sila yang ini saja sudah cukup untuk membantah kata-kata mereka yang meragukan eksistensi Pancasila ditengah masyarakat muslim. Islam mengenal adanya Tuhan dan Pancasila menjunjung Tuhan dalam sila yang pertama. Maka Pancasila yang mana yang mereka ragukan?
Selalu dan selalu, dengan berkedok agama mereka berusaha menerapkan apa yang mereka sebut dengan Al Quran dan Hadist dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kehidupan pemerintahan. Lalu mau dikemanakan Pancasila? UUD 1945?
Kalian semua yang ikut Islam garis keras, kalian semua pengikut HTI yang menggaungkan negara khilafah, dengarkan ini baik-baik. Leluhurku, kakek buyutku, mereka mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan sebuah negara yang kemudian disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka memberikan jiwanya untuk itu. Maka akupun akan melakukan hal yang sama. Jika kalian berani menganggu ketentraman NKRI, bukan hanya alat keamanan negara yang kalian perangi, tapi kami semua, kami yang berdarah dan bertanah air Indonesia ini.
Kita sebagai umat Islam yang baik, memang harus menerapkan hukum Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Tapi janganlah kalian semua menyalahartikan penggunaannya. Bedakan antara hukum Islam dengan Budaya. Disinilah kadang kita terjebak dan tidak menemukan jalan keluar. Ambil contoh Aceh. Disana yang diterapkan adalah hukum Islam. Semuanya berbau cambuk. Saya sendiri terkadang bingung dengan fenomena itu. Haruskah saya setuju karena mungkin mereka menganggap Aceh adalah tanah pertama yang didatangi Islam sehingga hukum Islam harus diterapkan seutuhnya disana? Ataukan saya harus mengecamnya karena bagaimanapun mereka terlihat seperti berdiri sendiri diatas hukum yang telah ditetapkan negara? Bukankah pemerintah Indonesia sendiri sudah setuju? Lalu benarkan pemikiran saya?
Seringkali pemikiran-pemikiran itu berkutat dalam benak saya.
Indonesia adalah negara dengan beragam agama dan kepercayaan. Memberlakukan hukum Islam di Indonesia, lalu bagaimana dengan nasib mereka yang beragama non muslim? Bagaimana kalau mereka menginginkan hukum agamanya juga diterapkan??? Perpecahan akan terjadi hanya karena keinginan semua.

Pancasila telah mengakomodir kita semua, perbedaan kita semua, semua agama, semua suku, semua bahasa, dalam satu payung yang sama, yaitu NKRI. Kesimpulannya adalah, jika ada yang merasa ragu dan berpendapat bahwa Pancasia itu tidak sesuai dengan keyakinannya, Pancasila tidak sesuai bagi Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, silahkan angkat kaki dari tanah yang kami cintai ini. Silahkan anda hidup ditanah arab sana. Silahkan. Kehilangan anda yang berpikiran seperti itu, tidak ada apa-apanya. NKRI harga mati ! 

No comments:

Post a Comment