Setiap manusia yang tertarik pada dunia pendidikan akan memiliki
suatu impian mengenai bagaimana pendidikan yang seharusnya itu terjadi, baik di
dalam kelas, maupun diluar kelas. Pendidikan menurut Ahmad D. Marimba dalam
bukunya Pengantar Filsafat Pendidikan adalah
bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan
rohani si terdidik menuju kepribadiannya yang utama. Tujuan akhir dari
pendidikan adalah peserta didik mampu memiliki kepribadian yang utama. Menurut
penulis, kepribadian yang utama ini akan tercapai dan terbentuk manakal peserta
didik mampu mengenali dan mendapatkan identitas dirinya sendiri. Dengan
demikian, dalam perjalanan hidup selanjutnya, peserta didik tidak akan
kehilangan arah karena sudah menyadari siapa sebenarnya dirinya dan telah
memiliki tujuan dalam hidupnya.
Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Jumat, 22 Februari 2019
Eksistensialism dan Kelas Impian
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 20 Februari 2019
Problematika Pendidikan di Indonesia : Sebuah review Diskusi Sore bersama Kompas Ganesha
Sebelumnya postingan ini sudah pernah saya posting di plukme. Karena plukme sampai sekarang masih belum ada kabar, maka saya putuskan untuk posting ulang di sini. Demikian pula dengan konten-konten lainnya. Semoga bermanfaat.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Welcome back
Blog yang terlupakan. Bukan lupa pada artian benar - benar tidak ingat jika aku punya blog, tapi lupa harus log in menggunakan email yang mana. Fokus yang terbagi pada dunia kampus, pekerjaan, hingga komunitas non-formal membuatku tidak sempat -dan tidak menyempatkan diri- untuk mengelola blog ini.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)


