Blog yang terlupakan. Bukan lupa pada artian benar - benar tidak ingat jika aku punya blog, tapi lupa harus log in menggunakan email yang mana. Fokus yang terbagi pada dunia kampus, pekerjaan, hingga komunitas non-formal membuatku tidak sempat -dan tidak menyempatkan diri- untuk mengelola blog ini.
2 tahun berlalu. Ijinkanlah mahasiswi yang sekarang sudah berada di semester 8 ini kembali memperkenalkan diri seraya memberitakan kepada kalian semua, bagaimana manusia kecil ini berkembang sampai sekarang.
Duniaku masih sama seperti sebelumnya. Berkubang pada segala macam tetek bengek permasalahan sejarah dan sejarah yang semakin hari semakin membuatku ingin emosi tapi sayang tidak kunjung berhasil mengeluarkan emosi. Dalam 2 tahun ini, aku belajar untuk mengendalikan diri menjadi manusia yang harus mampu menekan emosi dalam kondisi apapun -meskipun masih dalam tahap 30%-. Persoalan - persoalan klasik dalam pelestarian sejarah dan budaya seperti keterbatasan dana, munculnya pihak yang mencari keuntungan pribadi, penggunaan pelestarian sebagai media batu loncat kepentingan tertentu, sungguh membuatku ingin merendam diri dalam kolam air dingin.
Kehidupan perkuliahanku juga tidak banyak berubah. Aku tetap menjadi seorang introvert yang tidak diakui ke-introvert-annya oleh adik tingkat se-jurusan. Aku hingga hari ini tidak bisa memahami bagaimana seorang perempuan bisa berkumpul seharian bersama perempuan lainnya hanya untuk membahas hal-hal seperti postingan ig artis, kosmetik, fashion, dan sejenisnya di lingkungan kampus. Sedangkan aku sendiri selalu terjebak dalam pemikiran mendalam tentang sufisme mistik, feminisme, dan isu sosial yang sedang berkembang. Satu dan hanya satu orang yang selalu menjadi partner dalam pembahasan make up ku adalah calon suami ku sendiri. Aku lebih nyaman membahas hal ini dengannya. Tanyalah kenapa, mungkin karena jelas dia yang akan membayar biaya pembelian make up yang aku ingin pakai -maaf, saya perempuan berstandar ganda-.
Apalagi yang ingin aku laporkan pada kalian? Ah ya, aku dalam hampir 1 tahun ini menjadi bahagia dalam dunia manghwa, anime, dan novel terjemahan. Aku adalah salah satu yang kapan hari ikut menangis histeris dengan ending Noblesse yang sangat tidak adil beserta epilog yang super nanggung. Aku juga salah satu pembaca yang sudah menangis tersedu sedan akibat membaca novel terjemahan Mo Dao Zu Shi -novel yang berhasil membuatku berburu anime + manga + audio drama + lagu-. Dan sampai sekarang aku menjadi seorang perempuan melankolis akibat membaca sebuah novel berjudul Heaven Official's Blessing. Belum ending, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk melanjutkan membaca buku 3. Silahkan hina saya sebagai seseorang yang lemah hati.
Laporan terakhir, aku masih menjadi manusia yang memimpikan sebuah kehidupan yang bebas dan merdeka. Dan semoga impian ini bisa bertahan lebih lama lagi.
No comments:
Post a Comment