Menu

Rabu, 18 Juni 2014

Menolak Lupa: Satu Tahun Beribu Kisah Bersama XI IPA 2 SMATA (2013-2014)

Ada sebuah pepatah lama yang bilang, "Tak kenal maka tak sayang, kalau sudah sayang sulit untuk dilupakan." Itulah kalimat yang paling menggambarkan perjalanan kami, 23 anak manusia yang dipertemukan di depan Lab Komputer SMATA, Juli 2013 lalu.

Dari yang awalnya sok kenal sampai akhirnya jadi keluarga, inilah sekelumit memori tentang kami, Science Two, yang ditulis oleh sahabat saya, Tri Rahayuni.

Para Pemegang Takhta Kelas

Kelas kami dipimpin oleh Gayuh Fatoni, sosok ketua kelas yang (katanya) punya kedudukan tertinggi di SMATA, meski kami sering menjadikannya "kurir" antar jemput tugas. Ada juga Ruhul Qudus, sang aktivis Green Care yang jago stand-up comedy tapi hobi bolos belajar demi download video YouTube.

Urusan administrasi dipegang oleh Rizky Budi yang tulisannya lebih rapi dari font Times New Roman, serta duet bendahara maut: Siska "Miss Galau" dan Tri Rahayuni (si penulis asli catatan ini).

Kutu Buku, Tukang Galau, dan Para Pejuang Nilai

Di sudut kelas, ada sosok yang paling diingat (dan kebetulan itu adalah saya sendiri, hehe

Wulan alias Gem. Basecamp  kalau bukan perpus ya musholla. Kata teman-teman, saya ini "kutu buku" yang jago debat dan sangat terobsesi dengan sejarah Lumajang.

Lalu ada Riyah (Roziatul) yang alim banget, Ina Minatus yang mungil dan jago jualan online, hingga Hidayatul Aliyah yang wajahnya menggemaskan mirip karakter Pou.

Warna-Warni Persahabatan

Persahabatan kami bukan tanpa bumbu. Ada duo Merinda & Yesi yang hobi berantem tapi tak terpisahkan, juga duo Lorenza & Azizah yang kalau dipanggil "Zah" pasti menengok dua-duanya.

Kelas juga nggak akan ramai tanpa:

  • Salis: Yang selalu sumringah meski sering jadi incaran guru.

  • Ragil: Sang fotografer dengan kamera DSLR dan rambut keriting ikoniknya.

  • Damas: Sosok "Bapak" yang paling susah kalau ditarik uang kas.

  • Naufal Hanif: Sang komandan Paskibra yang lebih sering dapat dispensasi daripada masuk kelas.

Terima Kasih, Bu Samanah

Semua kegilaan kami ini diredam oleh kesabaran Ibu Siti Samanah, S.Pd., wali kelas sekaligus guru Biologi kami yang luar biasa tabah menghadapi murid-murid nyebelin seperti kami.

Suatu Saat Kita Akan Berkumpul Lagi

Pagi-pagi nyontek PR bareng, futsal, lomba takbir, hingga momen classmeeting adalah kepingan puzzle yang membentuk masa remaja kami. Meskipun sekarang (tahun 2026) kita sudah menempuh jalan masing-masing, kenangan di XI IPA 2 akan selalu punya tempat spesial.

“Jarene berubah rekkk...” Jangan pernah lupakan memori manis kita di Science Two!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar