Beberapa hari yang lalu, saya melakukan perjalanan ke Tuban, tepatnya di Kec.Rengel dalam rangka acara melayat ke rumah calon mertua yang sedang berduka karena si mbah nya meninggal dunia. Senin malam saya berangkat dan sampai disana sekitar pukul 22.00 WIB. Saya yang waktu itu berada di Surabaya tentu saja melewati Gresik dan Lamongan terlebih dahulu.
Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Rabu, 19 Agustus 2015
Perjalanan kali ini
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 02 Juni 2015
Tanam Pohon yang Pertumbuhannya Lama, Untuk Siapa????
Pohon, Pepohonan, Hijau. Tiga kata itulah yang seharusnya
dan memang harus selalu berada dalam jangkauan mata kita selaku makhluk hidup
yang mendiami bumi. Pohon, sebuah pohon adalah ribuan kehidupan. Dalam tubuh
sebuah pohon, yang hidup bukan hanya pohon itu sendiri. Makhluk-makhluk lain
pun turut serta menikmati keberadaannya sebagai penghargaan terhadap ke-eksisan
pohon itu dalam menjalani hidup yang penuh dengan perubahan. Pepohonan,
kumpulan dari pohon yang menjadi tumpuan harapan kita untuk mengurangi
kandungan CO2 di atmosfer bumi yang kian hari kian menumpuk. Hijau, memang
bukan warna merah yang mengandung gairah, tapi warna hijau adalah warna yang
mengandung ketentraman, kejernihan, kesejukkan dan segala sesuatu yang
dibutuhkan oleh jiwa dalam menikmati kesendirian.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 14 Januari 2015
Mimpi Masa Kecil dan Masa Kini
Dahulu, aku selalu berfikir betapa menyenangkannya menjadi seorang guru yang bisa membagi ilmu dengan sekelilingnya. Namun seiring berjalannya waktu, mimpi-mimpi itu semakin berkembang seperti gurun pasir nevada yang semakin lama semakin luas. Mimpi yang dulu hanya sebatas pada lingkungan sekitar kini semakin tiada berbatas.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Pembatasan Bagi Siswa Dalam Menyampaikan Pendapat Didepan Umum
Bagi kalian para siswa, pembatasan dalam hal berpendapat apalagi didepan umum bukanlah hal baru lagi. seorang siswa yang terlalu berani berpendapat apalagi jika itu menyangkut tentang politik dan kekuasaan, dianggap telah melampaui batas yang telah ada. padahal menurut saya sendiri yang juga seorang siswa, dengan kita berani berpendapat didepan umum tentang hal tersebut, kita akan terbiasa menyampaikan pendapat tentang kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. sehingga, kita tidak hanya diam saja saat ada kebijakan yang muncul dan bertentangan dengan kita.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 16 Desember 2014
Ironi Tanah Air Kecilku
Lumajang bagi banyak orang mungkin hanyalah sebuah kota kecil yang tak ada artinya. Namun dalam pandangan mataku, Lumajang jauh lebih berarti dari apa yang mereka pikirkan. Aku lahir dan besar di Bumi Lumajang ini, Tanah Air Kecilku yang amat aku cintai. Dari ujung Utara yang tandus hingga ujung selatan yang subur penuh bahan tambang, tak pernah ku lihat hal-hal yang penuh dengan kehijauan selain di Bumi Lumajang ini. Daerah yang pernah menjadi Lumbung padi Jawa Timur ini penuh dengan hamparan hijau permadani padi maupun begitu banyak rumpun pisang.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Kamis, 11 Desember 2014
Logika Mystika ataukah Ilmu Pasti????
sebelumnya, ini hanyalah pemikiran pribadi saya setelah membaca karya Tan Malaka yang berjudul MADILOG ( MATERIALISME, DIALEKTIKA, LOGIKA). meskipun membaca baru sampai pertengahan bab III, tapi otak ini rasanya sudah seperti diperas habis-habisan. yang menarik untuk dibahas sejauh ini adalah pemikiran Tan Malaka tentang Logika Mystika dan Ilmu pasti. sebagai tokoh komunis, saya sudah bisa menduga jika Tan Malaka pasti akan condong terhadap Ilmu Pasti dan memang begitulah adanya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Senin, 13 Oktober 2014
Candi Agung
Inventarisasi Daya Tarik Wisata Budaya dan Alam di Kab.
Lumajang
Nama
Situs : Candi Agung (Candi Gelisah)
Apa
potensi menarik dari situs tersebut :
Candi Agung
merupakan salah satu peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Lumajang. Situs
ini berupa struktur candi yang bisa dibilang paling baik yang pernah ditemukan
di Lumajang. Letaknya yang ditengah-tengah persawahan, membuat suasana sekitar
sangat menyenangkan untuk tamasya.
Candi ini memiliki
sebuah lubang besar di salah satu sisinya. Ada yang mengatakan lubang tersebut
diambil oleh pencuri yang mengambil peripih yang memang selalu ada didalam
makam-makam raja zaman dahulu. Namun adapula yang mengatakan, bahwa lubang
tersebut dibuat saat dulu Pemerintah Belanda memugar candi ini dan mengambil
peripihnya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Stasiun Tempeh dan Stasiun Mojoer Satu
apa yang pertama kali ku pikirkan saat ada diskusi menyangkut peninggalan kolonial di Lumajang? tidak ada. Aku tidak pernah berfikir jika stasiun tempeh itu pantas dijadikan cagar budaya, aku tidak pernah mengerti jika gudang pertanian dan gudang tembakau di Lempeni juga merupakan peninggalan Kolonial. dan yang paling membuat ku heran, kenapa runtuhan jembatan Mujur yang kudatangi setiap Minggu, tidak pernah masuk ke kepalaku sebagai tempat yang bersejarah -_-
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)