Manik – manik merupakan benda
tinggalan hasil kebudayaan manusia yang ditemukan secara merata di seluruh
wilayah Indonesia. Manik-manik bisa berbentuk bulat, persegi atau lonjong yang
p[ada bagian tengahnya sengaja diberi
lubang agar bisa dirangkai menjadi perhiasan (kalung, gelang, dan lain lain).
Bahan pembuatan manik-manik sangat beraneka ragam, tergantung dari jaman
pembuatannya. Pada masa awal manusia mengenal manik-manik, mereka membuatnya
batu atau tulang yang kecil yang langsung dilubangi begitu saja. Perkembangan
berikutnya adalah membuat manik-manik dengan menghaluskan batu menjadi bentuk
yang presisi dan kemudian pada sekitar jaman batu baru, manusia menggunakan
tanah liat yang dikeringkan dan terkadang diberi ukiran/gambar untuk dijadikan
manik – manik.
Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Minggu, 31 Maret 2019
Manik – Manik Dalam Status Sosial dan Harapan Pasca Kematian
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Komunitas Bersama Masyarakat : Ujung Pilar Pelestarian Melawan Kolektor Artefak Kuno
doc. pribadi
Keberadaan benda-benda
peninggalan masa lampau yang tersebar diberbagai daerah memang menjadi masalah
tersendiri, khususnya bagi pelestarian sejarah dan budaya. Bagaimana tidak,
benda-benda kuno tersebut (artefak) memiliki harga jual yang lumayan tinggi di
pasar barang antik. Tingginya permintaan dan rendahnya stok menyebabkan harga
artefak cukup mahal untuk kalangan menengah kebawah. Hal tersebut juga memicu
maraknya penjarahan diberbagai daerah di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung,
para penjarah artefak ini menyasar mulai dari desa-desa yang terkenal memiliki
artefak kuno, makam-makam lama yang berada di tengah hutan, hingga
sungai-sungai besar yang dahulu pernah menjadi jalur transportasi di masanya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Kamis, 28 Maret 2019
Candi atau Stupa ? Situs Sumberawan
Pertama kali saya mengunjungi lokasi ini sekitar 3,5 tahun
yang lalu, tetapi aroma pohon pinus itu terasa segar dalam ingatan. Berbekal memori
indah dan sedikit catatan perjalanan lama dari bertahun lampau, hari ini saya
mencoba menuliskan kembali apa yang saya temui di sana.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Jumat, 22 Februari 2019
Eksistensialism dan Kelas Impian
Setiap manusia yang tertarik pada dunia pendidikan akan memiliki
suatu impian mengenai bagaimana pendidikan yang seharusnya itu terjadi, baik di
dalam kelas, maupun diluar kelas. Pendidikan menurut Ahmad D. Marimba dalam
bukunya Pengantar Filsafat Pendidikan adalah
bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan
rohani si terdidik menuju kepribadiannya yang utama. Tujuan akhir dari
pendidikan adalah peserta didik mampu memiliki kepribadian yang utama. Menurut
penulis, kepribadian yang utama ini akan tercapai dan terbentuk manakal peserta
didik mampu mengenali dan mendapatkan identitas dirinya sendiri. Dengan
demikian, dalam perjalanan hidup selanjutnya, peserta didik tidak akan
kehilangan arah karena sudah menyadari siapa sebenarnya dirinya dan telah
memiliki tujuan dalam hidupnya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 20 Februari 2019
Problematika Pendidikan di Indonesia : Sebuah review Diskusi Sore bersama Kompas Ganesha
Sebelumnya postingan ini sudah pernah saya posting di plukme. Karena plukme sampai sekarang masih belum ada kabar, maka saya putuskan untuk posting ulang di sini. Demikian pula dengan konten-konten lainnya. Semoga bermanfaat.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Welcome back
Blog yang terlupakan. Bukan lupa pada artian benar - benar tidak ingat jika aku punya blog, tapi lupa harus log in menggunakan email yang mana. Fokus yang terbagi pada dunia kampus, pekerjaan, hingga komunitas non-formal membuatku tidak sempat -dan tidak menyempatkan diri- untuk mengelola blog ini.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Kamis, 22 September 2016
Sejarah dan Kepentingan
Sejarah adalah segala sesuatu aktivitas yang terjadi di masa lalu. Sejarah bersifat unik, artinya tidak akan pernah terjadi dua kali secara sama, hanya polanya yang terulang. Mereka yang memahami tentang perulangan pola sejarah ini akan tahu jika sejarah akan mengambil peranan yang sangat penting dalam kehidupan di masa depan. Dengan memahami pola sejarah, seseorang akan dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan ketika suatu hal dengan pola yang sama mulai terjadi. Karena hal inilah peranan seorang sejarahwan sangat penting dan sangat rentan. Legitimasi kekuasaan seseorang dapat dilakukan dengan memanfaatkan kuasa seorang sejarahwan dalam menulis kisah sejarah. Kepentingan seseorang terhadap sebuah kekuasaan ketika memanfaatkan peran sejarahwan adalah suatu hal yang sangat berbahaya. Sejarah memang berbicara tentang politik masa lalu. Akan tetapi jangan jadikan sejarah sebagai alat politik masa sekarang. Biarkan sejarah menyampaikan pesannya secara murni. Jangan sejarah kau jadikan pembenaran atas segala sikapmu yang mengatasnamakan budaya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 24 Mei 2016
Unsur Kesenian Indonesia
Kesenian
Kesenian adalah salah bentuk ekspresi budaya yang lebih menitik
beratkan pada keindahan dan sarat dengan makna. Kesenian dapat dikatakan
melingkupi segala aspek dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu secara
individual maupun kelompok. Bangsa yang berbudaya menghasilkan banyak karya
seni dalam berbagai bentuk. Demikian pula dengan Indonesia. Seni rupa, seni
sastra, seni pertunjukkan mengalami begitu banyak perkembangan dari jaman ke
jaman. Perkembangan inilah yang akan kita bahas lebih lanjut.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)





