Sebelumnya postingan ini sudah pernah saya posting di plukme. Karena plukme sampai sekarang masih belum ada kabar, maka saya putuskan untuk posting ulang di sini. Demikian pula dengan konten-konten lainnya. Semoga bermanfaat.
Blog referensi seputar Sejarah Indonesia, temuan Arkeologi, dan opini Pendidikan. Mengulas materi pembelajaran IPS, pembahasan soal, hingga catatan budaya dan kondisi sosial masyarakat nusantara secara mendalam dan terpercaya.
Menu
Rabu, 20 Februari 2019
Problematika Pendidikan di Indonesia : Sebuah review Diskusi Sore bersama Kompas Ganesha
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Welcome back
Blog yang terlupakan. Bukan lupa pada artian benar - benar tidak ingat jika aku punya blog, tapi lupa harus log in menggunakan email yang mana. Fokus yang terbagi pada dunia kampus, pekerjaan, hingga komunitas non-formal membuatku tidak sempat -dan tidak menyempatkan diri- untuk mengelola blog ini.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Kamis, 22 September 2016
Sejarah dan Kepentingan
Sejarah adalah segala sesuatu aktivitas yang terjadi di masa lalu. Sejarah bersifat unik, artinya tidak akan pernah terjadi dua kali secara sama, hanya polanya yang terulang. Mereka yang memahami tentang perulangan pola sejarah ini akan tahu jika sejarah akan mengambil peranan yang sangat penting dalam kehidupan di masa depan. Dengan memahami pola sejarah, seseorang akan dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan ketika suatu hal dengan pola yang sama mulai terjadi. Karena hal inilah peranan seorang sejarahwan sangat penting dan sangat rentan. Legitimasi kekuasaan seseorang dapat dilakukan dengan memanfaatkan kuasa seorang sejarahwan dalam menulis kisah sejarah. Kepentingan seseorang terhadap sebuah kekuasaan ketika memanfaatkan peran sejarahwan adalah suatu hal yang sangat berbahaya. Sejarah memang berbicara tentang politik masa lalu. Akan tetapi jangan jadikan sejarah sebagai alat politik masa sekarang. Biarkan sejarah menyampaikan pesannya secara murni. Jangan sejarah kau jadikan pembenaran atas segala sikapmu yang mengatasnamakan budaya.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 24 Mei 2016
Unsur Kesenian Indonesia
Kesenian
Kesenian adalah salah bentuk ekspresi budaya yang lebih menitik
beratkan pada keindahan dan sarat dengan makna. Kesenian dapat dikatakan
melingkupi segala aspek dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu secara
individual maupun kelompok. Bangsa yang berbudaya menghasilkan banyak karya
seni dalam berbagai bentuk. Demikian pula dengan Indonesia. Seni rupa, seni
sastra, seni pertunjukkan mengalami begitu banyak perkembangan dari jaman ke
jaman. Perkembangan inilah yang akan kita bahas lebih lanjut.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 13 April 2016
Teori belajar Behavioristik
1. 1. Apabila teori belajar behavioristik
diterapkan dalam pembelajaran di kelas, apa yang akan dilakukan guru dan siswa
selama pembelajaran berlangsung?
2. 2. Jelaskan kekurangan dan kelebihan dari
teori behavioristik !
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Selasa, 12 April 2016
Islam atau NKRI ????
Baru-baru ini muncul hal yang
ramai mengenai bahasan Pancasila itu tidak sesuai dengan Islam. Lontaran
kalimat tersebut banyak diutarakan oleh ormas-ormas yang bisa saya katakan
terlalu fanatik terhadap Islam. Lalu bagaimana kita sebagai mahasiswa muslim
menyikapinya?
Bagi saya pribadi, jika ada
yang mengatakan bahwa Pancasila itu tidak sesuai dengan Islam, Pancasila itu
banyak terpengaruh Yahudi, dan lain sebagainya yang intinya menjatuhkan
Pancasila, maka saya akan dengan berani mengatakan mereka adalah orang-orang
bodoh yang sebenarnya. Mereka adalah orang yang dulu ketika masih di SD, SMP,
dan SMA tertidur ketika pelajaran PPKN. Mereka adalah orang-orang yang pasti
tidak tau kelima butir Pancasila sama sekali.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Kamis, 20 Agustus 2015
Yang Akan Kurindukan Dari Kampung Halaman
Aku adalah anak desa. Hal tersebut tidak lagi diragukan. Aku lahir di desa, besar di desa, dan akhirnya aku harus meninggalkan desa yang ku cintai ini demi sebuah pendidikan. Berat memang... tapi ini adalah sebuah keharusan jika aku ingin mewujudkan mimpi-mimpi ku. Aku yang terbiasa hidup dibawah naungan pohon-pohon hijau yang kini mulai lelah mempertahankan keberadaannya masing-masing, harus bisa beradaptasi dengan bayang-bayang gedung pencakar langit di kota besar.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Rabu, 19 Agustus 2015
Perjalanan kali ini
Beberapa hari yang lalu, saya melakukan perjalanan ke Tuban, tepatnya di Kec.Rengel dalam rangka acara melayat ke rumah calon mertua yang sedang berduka karena si mbah nya meninggal dunia. Senin malam saya berangkat dan sampai disana sekitar pukul 22.00 WIB. Saya yang waktu itu berada di Surabaya tentu saja melewati Gresik dan Lamongan terlebih dahulu.
Nama saya Wulan Agustri Ayu. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa belajar tidak hanya terbatas pada dinding sekolah. Ketertarikan mendalam saya pada sejarah nusantara dan jejak arkeologi sering kali membawa saya melangkah ke tempat-tempat yang menyimpan cerita masa lalu—mulai dari situs-situs lokal di Malang hingga kerumitan motif batik tulis yang kaya makna. Blog ini adalah perpanjangan tangan dari kecintaan saya terhadap literasi. Selain membagikan materi pembelajaran dan refleksi sosial, saya juga menyelipkan sisi kreatif melalui tulisan-tulisan reflektif. Saya berharap setiap baris kalimat di sini dapat memberikan perspektif baru, baik bagi rekan pendidik, siswa, maupun sesama pecinta budaya Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)

